IT Tips And Solutions
.:SELAMAT DATANG:.
Sila login untuk:
-Melihat keseluruhan forum
-Membalas Topik
-Mencipta Topik
-Dan banyak lagi!
Jadi, sila daftar ianya PERCUMA~

.:WELCOME:.
Please log in to:
-Go through the whole forum
-Reply Topics
-Create Topics
-And Many More!
So, please register it ABSOLUTELY FREE!


Discuss anything about the internet here, you can share tips and solutions, if you have questions, discuss it here as well. Join Us!!
 
HomeRegisterLog in
.:MODERATOR DIPERLUKAN!!:. | .:MODERATOR NEEDED!!:.
Choose Your Language
Image hosted by servimg.com
Iklan Anda Di Sini
Unlimited
Online Dapat $$$
Ebook Strategi Pemasaran
PIXELS BYTE
Your Ads Here

Procuct & Services

  • Photography
  • Graphic Design
  • Corporate Identity Design
  • Large Format Inkjet Printing
  • Offset Printing
  • Silkscreen Printing
  • Laser Cutting
  • Display Stand
  • Premiums Gift
  • T-Shirt Printing

    Contact
    013.7931.035
    byte.pixels@gmail.com
    or

  • Nuffnang
    Latest topics
    HTML Editor
    Translator
    Disclaimer
    This site does not store any files on its server. We only index and link to content provided by other sites. ©2011
    stats

    Share | 
     

     Bagaimana Islam mengajar untuk memberi nasihat by Iezuan Iezqandar

    View previous topic View next topic Go down 
    AuthorMessage
    mrtipso
    Admin
    Admin


    Posts : 171
    Reputation : 9
    Join date : 2011-07-05
    Age : 29
    Location : Pasir Gudang, Johor

    PostSubject: Bagaimana Islam mengajar untuk memberi nasihat by Iezuan Iezqandar   Wed Jul 27, 2011 6:38 am

    Bagaimana Islam mengajar untuk memberi nasihat? ada caranya..untuk sesiapa yang terasa tinggi iman dalam diri, sudah memiliki keluarga yang sempurna dari segi amalan tetapi masih kufur dalam ilmu menasihati, bacalah:



    Agama adalah nasihat. Begitulah yang telah di tuturkan oleh qudwah kita Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan betapa tinggi dan agungnya sebuah nasihat dalam Islam.

    "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

    Nasihat adalah mencintai untuk sesama muslim apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, membimbingnya kepada kebaikan, menunjukannya kepada kebenaran apabila ia keliru, mengingatkannya bila lupa dan menjadikannya seorang saudara.

    Nasihat adalah saling memberitahu sesama muslim dan nasihat bukanlah dengan mencari-cari kesalahan,apabila ia keliru, ditutupi aibnya. Itulah nasihat yang akan mempereratkan tali ukhuwah dan memperkukuh bangunan iman.


    Rasulullah SAW bersabda :

    "Seorang mukmin bagi mukmin yang lainnya adalah bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya." (HR.Bukhari dan Muslim)

    Akan tetapi apabila nasihat telah dicampur adukkan dengan celaan, hinaan serta dijadikan sebagai topeng untuk mencapai tujuan yang tidak baik (balas dendam, hasad, mempermalukan dsb). Maka ini adalah perbuatan yang tercela yang wajib dijauhi oleh setiap muslim, kerana akan menimbulkan bahaya dan kerosakan.



    MENJAGA LISAN AGAR SELALU BERBICARA BAIK

    Rasulullah SAW bersabda :

    "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik atau diam." (HR.Bukhari dan Muslim).

    Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah menjelaskan bahawa:

    "Apabila seseorang ingin berbicara maka hendaklah ia berfikir terlebih dahulu. Jika dalam perkiraanya perkataan tersebut tidak akan membawa mudharat maka silakanlah berbicara. Akan tetapi jika perkataan tersebut akan membawa mudharat atau tidak (ragu-ragu) maka hendaklah ia tidak berbicara. Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan telinga daripada mulutnya. Dia perlu menyedari bahawa dia diberi dua telinga dan satu mulut adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada bicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari kerana perkataan yang diucapkannya".

    Dan sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

    "Sesungguhnya seorang mukmin yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak difikirkan apa akibatnya akan membuatnya terjerumus dalam api neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat." (HR.bukhari dan Muslim).

    Al-Hasan berkata, "Berakhlak baik itu adalah bermuka cerah, ramah dan tidak menyakiti orang lain."

    Adz-Dzahabi berkata, "Demikianlah adanya. Kita terkadang melihat seseorang tampak wara' dalam menjaga makanan, pakaian dan pergaulanmya. Namun apabila berbicara, ada hal yang seharusnya tidak disertakan dalam ucapannya namun ia sertakan juga. Adalakanya ia berusaha tetap jujur, namun ia memperbagus ucapannya agar dipuji sebagai orang yang fasih..."



    HUKUM BERBURUK SANGKA DAN MENCARI-CARI KESALAHAN

    Allah berfirman yang bermaksud:

    "Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah kamu mengejek sebahagian yang lain. Sukakah kamu memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." ( Al-Hujurat: 12).

    Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakkan prasangka, kerana sebahagian tindakan prasangka ada yang merupakan dosa. Dalam ayat ini juga ada larangan untuk berbuat tajassus (mengintip). Tajassus adalah mencari kesalahan atau keburukan orang lain yang biasanya adalah akibat dari prasangka buruk.

    Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata:

    "Apabila ada tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mencarikan alasan untuknya. Maka katakanlah kepada dirimu sendiri; saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukkan perbuatan tersebut".

    Abu Hatim al-Hiban berkata dalam kitab Raudhal al-Uqala:

    "Sementara orang yang sibuk mencari keburukan orang lain dan melupakan keburukan dirinya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan keburukan dirinya... Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana berprasangka baik merupakan cabang keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak membuatnya sedih atau berduka. Sedangkan orang yang kurang bijak akan selalu berprangka buruk kepada saudaranya. Dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita."


    AKHLAK RASULULLAH

    Akhlak adalah suatu gerakan yang berasal dari jiwa seseorang, yang menjadi sumber perbuatannya yang bersifat alternative -baik atau buruk - sesuai dengan tingkat pendidikan yang sampai kepadanya atau tingkat pemahaman agamanya.

    Apabila jiwa ini dididik untuk mencintai kebaikan dan membenci keburukan, maka akan lahir darinya perbuatan-perbuatan yang baik serta akan mudah baginya apa yang disebut dengan akhlak yang baik. Seperti malu, murah hati, lemah lembut, sabar, bertanggung jawab, dermawan, berani, adil, dan lain-lain.

    Sebaliknya apabila jiwa itu tidak dididik sebagaimana mestinya maka akan muncul darinya perbuatan dan perkataan yang hina, kotor dan cacat, yang akan melahirkan perbuatan khianat, suka mencaci maki, berdusta, dan lain lain.

    Oleh kerana itu Islam sangat menekankan akhlak yang baik dan senantiasa menyeru kaum muslimin untuk membinanya dan mengaplikasikan dalam kehidupan mereka. Dan tak ada seorang pun yang keagungan akhlaknya melebihi keagungan akhlak Rasulullah SAW sehingga dalam banyak tempat Allah SWT sering memuji tentang akhlak Rasulullah SAW.

    Seorang sahabat pernah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha tentang akhlak Rasulullah SAW, maka dijawab oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha sesungguhnya akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an.

    Sesungguhnya Allah menjelaskan bahawa Rasulullah SAW adalah sebagai seorang yang agung. Allah berfirman yang bermaksud:

    "Sungguh kamu memiliki akhlak yang agung." ( Al-Qalam: 4 )

    Allah juga menjelaskan bahawa Rasulullah SAW juga adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah berfirman yang bermaksud:

    "Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu." ( Ali-Imran: 159).

    Allah juga menjelaskan bahawa Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang dan memiliki belas kasih terhadap orang yang beriman. Firman Allah yang bermaksud:

    "Sesungguhnya telah datang seorang rasul dari kaummu sendiri. Yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." ( At-Taubah: 128)

    Inilah akhlak Rasulullah SAW yang sangat menakjubkan apabila kita yang mengaku pengikut Allah dan Rasul tapi memiliki hati kasar, lidah yang kotor dan tidak boleh membezakan mana perkataan yang baik dan mana perkataan yang buruk. Dan adalah amat pelik apabila kita tidak tahu mana perkataan yang akan menyakiti seseorang mana yang tidak.


    KETIKA DALAM MEMBERI NASIHAT

    Berkaitan dengan cara menasihati orang yang melakukan kesalahan, perlu diperhatikan beberapa perkara:

    1. Hendaknya nasihat tersebut dilakukan dengan penuh keramahan dan lemah lembut disertai keinginan yang kuat untuk menyelamatkan orang yang salah tersebut dari kesalahannya apabila kesalahannya tersebut memang terbukti.

    2. Apabila berita yang didengar tentang saudaranya masih samar, maka hendaknya dia mengemukakan prasangka baik sebagaimana yang diucapkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkata:

    "Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaklah engkau selalu membawa perkataan saudaramu tersebut kepada persangkaan yang baik."

    3. Apabila seseorang telah menasihati saudaranya, maka bererti ia telah menunaikan kewajiban dirinya. Maka hendaknya ia tidak mengikuti gerak-geri orang yang dinasihati serta tidak menceritakannya, apalagi memburuk-burukannya di depan orang lain. Sebaliknya, selayaknya dia menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, baik bagi dirinya mahupun bagi orang lain.

    4. Apabila dikatakan kepada seseorang tentang kesalahan yang dilakukannya, maka ini adalah perkara yang baik. Berkata sebahagian Ulama’ pada saudaranya: "Janganlah kamu menasihatiku hingga kamu mengatakan apa yang tidak aku suka dihadapanku". Apabila seseorang memberitahukan kepada saudaranya tentang kesalahan yang ia lakukan maka itu adalah suatu kebaikan. Dan bagi orang yang memiliki kesalahan (aib) hendaklah ia diberi kesempatan untuk memberi alasan jika ia mempunyai alasan. Sebaliknya jika si pemberi nasihat memberitahukan (aib) dengan cara memburuk-burukkan orang tersebut maka ia adalah orang yang buruk akhlaknya dan tercela.

    5. Rasulullah SAW melarang memburuk-burukkan dan mencela orang yang melakukan dosa tapi telah bertaubat. Seperti Nabi Muhammad SAW melarang mencela wanita yang berzina akan tetapi telah taubat dengan menjalani hukuman.

    Berkata Al-Fudhail:

    "Seorang mukmin menutupi aib dan menasihati, sedangkan seorang yang keji membukanya dan memburuk-burukkan." Yang disebutkan oleh Al-Fudhail adalah salah satu tanda-tanda menasihati adalah diiringi dengan menutupi aib/kesalahan orang yang dinasihati. Sedangkan mencela atau memburuk-burukkan diiringi dengan menceritakannya di depan orang lain".

    6. Adapun orang menyebarkan aib, maka ini termasuk yang diharamkan oleh Allah, kerana kecintaannya untuk menyakiti saudaranya sesama mukmin dan menimpakan merbahaya kepadanya. Ini adalah sifat Iblis laknatullah yang dihiasi dengan kekufuran, kefasikan dan maksiat agar anak cucu Adam menjadi penghuni neraka.

    Allah berfirman yang bermaksud:

    "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji tersebut tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( An-Nur: 9)
    Back to top Go down
    http://www.allfreemediafiremovies.com
     
    Bagaimana Islam mengajar untuk memberi nasihat by Iezuan Iezqandar
    View previous topic View next topic Back to top 
    Page 1 of 1
     Similar topics
    -
    » Memilih Dan Memberi pakan ikan hias laut
    » Ikan-ikan yang cocok untuk Aquascape
    » JUAL AQUARIUM SET UNTUK BREEDING IKAN DISCUS
    » Cara Packing Ikan Arwana untuk kirim ke Luar Kota
    » Diskusi untuk pemula/member

    Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
    IT Tips And Solutions :: Sembang-sembang/ Hang out :: Agama-
    Jump to: